Daerah
Beranda / Daerah / Banjir Kembali Rendam Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Lebih dari 10 Ribu Warga Terdampak

Banjir Kembali Rendam Kecamatan Periuk Kota Tangerang, Lebih dari 10 Ribu Warga Terdampak

Kondisi banjir yang merendam beberapa wilayah yang ada di Kecamatan Priuk Kota Tangerang, Minggu (8/11). (Foto: Info Massa/Istimewa).

Info Massa – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang pada Minggu (8/3/2026). Genangan air yang terjadi sejak beberapa hari terakhir masih menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga mencapai lebih dari 3 meter di beberapa titik.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis dari Kecamatan Periuk pada pukul 16.00 WIB, banjir tercatat terjadi di beberapa kelurahan, yakni Kelurahan Periuk, Gembor, Gebang Raya, Sangiang Jaya, dan Periuk Jaya.

Total tercatat 3.643 kepala keluarga atau sekitar 10.785 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.498 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

Beberapa titik pengungsian di antaranya berada di Aula Kantor Kecamatan Periuk, Gedung MUI Kecamatan, Masjid Al-Jihad, GOR dan SDN Total Persada Raya, Masjid Al-Mujahidin, serta sejumlah posko di lingkungan RW dan fasilitas umum lainnya.

Sejumlah wilayah tercatat mengalami genangan cukup tinggi. Di antaranya Perumahan Periuk Damai RW 008 dengan ketinggian air mencapai sekitar 350 sentimeter, kemudian Villa Mutiara Pluit RW 011 sekitar 300 sentimeter, serta Perumahan Garden City RW 015 yang terendam hingga sekitar 250 sentimeter.

Buronan Kasus Suap PTSL Rp960jt Jimmy Lie Dibekuk Polres Metro Tangerang Kota

Sementara itu di wilayah Kelurahan Gembor, banjir juga merendam sejumlah kawasan seperti Perum Total Persada Raya, Perum Purati, serta Perum Alamanda dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 200 sentimeter.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi sejumlah akses jalan lingkungan sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Warga yang rumahnya terendam memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

Pihak Kecamatan Periuk bersama unsur terkait terus melakukan pendataan warga terdampak serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Selain itu, upaya penanganan darurat dan pemantauan kondisi debit air juga terus dilakukan.

Warga berharap banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut dapat segera mendapatkan solusi penanganan yang lebih permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.[]

Staf KKP Ardi Januar Sebut Ikan Jadi Kunci Ketahanan Pangan
× Advertisement
× Advertisement