Info Massa – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) menyebabkan debit air Kali Cirarab meningkat drastis hingga meluap. Luapan air tersebut merendam area persawahan dan sejumlah permukiman warga di Kecamatan Sukadiri.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di wilayah Desa Rawakidang dan sekitarnya. Air sungai meluap dan masuk ke area persawahan melalui gorong-gorong yang terhubung langsung dengan aliran Kali Cirarab.
Akibatnya, sekitar 30 hektare lahan persawahan milik petani di Desa Rawakidang dilaporkan terendam air sejak Sabtu malam. Sebagian besar lahan tersebut merupakan area pertanian produktif yang saat ini telah memasuki masa tanam padi.
Salah seorang warga Desa Rawakidang, Bisri, mengatakan genangan air mulai terjadi sejak Sabtu malam dan masih bertahan hingga Minggu pagi.
“Genangan ini terjadi dari semalam sampai pagi,” ujar Bisri saat ditemui di lokasi, Minggu (8:3).
Menurutnya, peningkatan debit air sungai dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir, sehingga Kali Cirarab tidak mampu menampung volume air yang meningkat.
Selain merendam area persawahan, luapan air juga meluas hingga ke sejumlah permukiman warga. Wilayah yang terdampak di antaranya Desa Rawakidang serta Kampung Ganepo di Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri.
Di Kampung Ganepo, air bahkan dilaporkan masuk ke dalam beberapa rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, genangan air dapat semakin meluas.
Salah seorang warga Kampung Ganepo, Madsuri, mengaku kejadian air masuk ke rumahnya baru kembali terjadi setelah bertahun-tahun.
“Baru kali ini lagi air masuk ke rumah. Kalau tidak salah sekitar 15 tahun lalu pernah terjadi seperti ini,” kata Madsuri.
Sementara itu, seorang petani setempat, Adi, mengatakan sebagian lahan pertanian yang terendam saat ini sudah memasuki tahap tandur atau proses penanaman padi.
“Sebagian sawah yang terendam ini sudah masuk tahap tandur. Kalau airnya lama surut, tentu bisa berdampak pada tanaman padi yang baru ditanam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, genangan air yang bertahan dalam waktu lama dapat merusak tanaman padi yang baru ditanam dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi para petani.
Kondisi tersebut juga memunculkan dilema bagi masyarakat dalam pengaturan aliran air. Penutupan saluran air untuk melindungi area persawahan berpotensi menyebabkan genangan di wilayah permukiman bagian hulu. Namun jika aliran dibiarkan terbuka, lahan pertanian akan terus terendam.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah penanganan agar permasalahan tersebut tidak terus berulang.
Salah satu solusi yang diharapkan masyarakat adalah pembangunan pintu klep pada saluran air yang terhubung dengan sungai, sehingga aliran air menuju area persawahan dapat dikendalikan saat debit sungai meningkat.
Selain itu, warga juga mendorong normalisasi Kali Cirarab secara menyeluruh, meliputi pelebaran, pendalaman, serta penataan aliran sungai agar kapasitas tampung air meningkat dan risiko luapan dapat diminimalisir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. [Hidayat]

