Advertisement
Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Pemprov Jakarta Sentil Urgensi Hunian Vertikal di Permukiman Padat

Pemprov Jakarta Sentil Urgensi Hunian Vertikal di Permukiman Padat

Info Massa — Bencana kebakaran hebat yang melanda kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6), kembali membuka mata publik akan kerentanan kawasan permukiman padat di ibu kota. Menanggapi tragedi yang menghanguskan 304 bangunan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa penataan ulang kawasan melalui konsep hunian vertikal kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak.

Menurut Rano, karakteristik wilayah padat penduduk seperti Kebon Kosong memiliki risiko domino yang sangat tinggi saat terjadi kebakaran. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta mulai melirik opsi transformasi pemukiman horizontal menjadi vertikal demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertata.

“Perlu ada peningkatan kualitas permukiman di kawasan padat seperti Kebon Kosong ini. Hunian vertikal dapat menjadi salah satu alternatif nyata untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, layak, dan tertata bagi masyarakat,” ujar Rano Karno saat meninjau lokasi pengungsian di Lapangan Yusuf Hamka, Selasa (2/6).

Pernyataan Wagub Rano bukan tanpa alasan. Berdasarkan data evaluasi Pemprov DKI, mayoritas petaka kebakaran di Jakarta dipicu oleh masalah klasik yang terus berulang, yaitu kegagalan instalasi listrik. Di kawasan padat, instalasi yang semrawut sering kali diperparah oleh material bangunan yang mudah terbakar.

Sekitar 95 persen kasus kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Pemprov DKI mendesak warga untuk melakukan perbaikan mandiri pada instalasi listrik dan lebih bijak dalam menggunakan peralatan elektronik rumah tangga.

Dadan Hindayana, Dari Kursi Akademisi Menuju Pusaran Korupsi BGN

    “Masyarakat perlu terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan. Setiap kebakaran selalu menimbulkan kerugian besar, baik materiil maupun psikologis bagi semua pihak,” tambah Rano.

    Kebakaran di Kebon Kosong kali ini menjadi catatan kelam awal Juni, dengan skala dampak yang cukup masif bagi kelompok rentan.

    Meski fokus pada rencana jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta memastikan penanganan jangka pendek di masa tanggap darurat berjalan optimal. Di Lapangan Yusuf Hamka, posko kesehatan, dapur umum, hingga layanan trauma healing untuk anak-anak telah disiagakan.

    Selain logistik, Pemprov DKI juga melakukan jemput bola melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mengganti dokumen penting warga yang hangus terbakar.

    “Dukcapil sudah bergerak menyerahkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP bagi warga yang membutuhkan secara cepat. Kami mengimbau warga yang dokumennya hilang atau rusak agar segera melapor di posko supaya langsung diproses,” tutup Wagub. []

    Kejagung Bongkar Insentif Miliaran Mengalir Tiap Hari ke Yayasan Eks Pimpinan BGN

    × Advertisement
    × Advertisement