Info Massa – Olahraga bola basket di Kota Tangerang terus menunjukkan geliat dan antusiasme yang tinggi. Namun, perkembangan pesat ini sayangnya belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan venue pertandingan.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Perbasi Kota Tangerang, Andri S Permana, dalam tayangan podcast “Asik DPRD” pada Kamis (4/6). Menurutnya, setiap kali turnamen digelar, pihak panitia harus memutar otak demi mengantisipasi membludaknya jumlah penonton.
“Perbasi Kota Tangerang tentu saat ini mengalami krisis venue. Dalam setiap gelaran turnamen, siapa pun yang bertanding, Perbasi tentu bekerja keras untuk mengatur volume penonton,” ujar Andri.
Meski dihadapkan pada kendala infrastruktur, Andri menegaskan bahwa kondisi ini menjadi momentum penting bagi kepengurusannya untuk membawa perubahan positif bagi dunia basket di Kota Tangerang. Ha itu seiring dengan nama ‘Perbasi Legacy’ yang disematkan pada pengurusan baru Perbasi Kota Tangerang.
“Ini menjadi momen kita untuk meninggalkan banyak hal baru, bahwa kultur basket sudah kuat sejak ditinggalkan kepengurusan yang lalu, dan kita ingin basket menjadi lebih baik lagi di Kota Tangerang,” tutur Andri optimis.
Senada dengan Andri, keluhan terkait fasilitas juga dirasakan langsung di level akar rumput oleh tim pelatih yang dipimpin TB. Arief Mukmin. Dirinya mengungkapkan bahwa hingga saat ini, sarana latihan yang tersedia di Kota Tangerang masih jauh dari kata ideal.
“Jujur belum ya (memadai). Melihat keterbatasan lapangan yang ada, kondisinya enggak sempurna. Namun kami tetap berlatih,” ungkap Arief.
Meski harus menggunakan fasilitas seadanya, Arief mengaku kagum dengan daya juang para atlet muda yang tidak membiarkan keterbatasan tersebut menyurutkan semangat mereka. Ia pun menaruh harapan besar agar pemerintah atau pihak terkait segera melakukan perbaikan infrastruktur.
“Semoga dengan semangat anak-anak berlatih di fasilitas yang belum memadai, GOR bisa diperbaiki dan diperbanyak,” harap Arief.
Tingginya animo masyarakat dan kuatnya kultur basket di Kota Tangerang kini menjadi pekerjaan rumah bersama. Diharapkan, adanya peremajaan serta penambahan GOR baru di masa mendatang dapat menjadi solusi nyata demi menyalurkan bakat-bakat emas para atlet lokal. []
Komentar