Info Massa – Memasuki H-6 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, geliat arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (14/3/2026) siang menunjukkan ribuan kendaraan pribadi mulai mengisi kantong-kantong parkir di Dermaga Eksekutif maupun Reguler.
Meski volume kendaraan meningkat sekitar 10-15% dibandingkan hari biasa, arus lalu lintas menuju dermaga masih terpantau ramai lancar. Kondisi ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menyediakan waktu mudik lebih panjang berkat integrasi libur Hari Raya Nyepi dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN.
Tahun ini, pemerintah kembali menerapkan skema pemisahan pelabuhan untuk mengurai beban di Pelabuhan Merak. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri dan instansi terkait, pembagian operasional dilakukan sebagai berikut:
- Pelabuhan Merak: Khusus melayani kendaraan pribadi (Golongan IVa) dan bus penumpang.
- Pelabuhan Ciwandan: Melayani pemudik sepeda motor (Golongan II dan III) serta truk logistik kecil.
- Pelabuhan BBJ Bojonegara: Difokuskan untuk kendaraan truk besar dan angkutan barang berat.
“Hingga siang ini, antrean masih terkendali di dalam area pelabuhan. Belum ada penumpukan yang meluap hingga ke jalan arteri atau jalur Cikuasa Atas,” ujar Kabid Humas Polda Banten dalam keterangannya di pos terpadu Merak.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, saat meninjau kesiapan di Pelabuhan Merak pada Jumat (13/3), menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur tahun ini jauh lebih matang.
“Kami telah menyiapkan 4 pelabuhan penyeberangan utama dari Jawa menuju Sumatera untuk memastikan tidak ada titik sumbat yang ekstrem. Sebanyak 57 hingga 60 armada kapal besar disiagakan dengan pola bongkar muat yang dipercepat. Kami optimis arus mudik 2026 akan lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar Menhub Dudy.
Senada dengan Menhub, Menko PMK Pratikno menambahkan bahwa masyarakat sangat disarankan untuk memanfaatkan periode ‘Golden Holiday’ tahun ini.
“Dengan adanya libur Nyepi pada 19 Maret dan cuti bersama Idulfitri yang dimulai 20 Maret, kami harap masyarakat tidak menumpuk keberangkatan di tanggal 18 Maret malam. Distribusi waktu keberangkatan adalah kunci kelancaran bersama,” tegasnya.
Pihak ASDP Indonesia Ferry mengingatkan calon penumpang bahwa tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Pemudik wajib memiliki tiket yang dipesan melalui aplikasi Ferizy paling lambat H-1 keberangkatan.
Selain itu, sistem delaying system atau penyekatan di rest area Tol Tangerang-Merak (KM 43 dan KM 68) akan diaktifkan secara situasional apabila kapasitas parkir di pelabuhan telah mencapai ambang batas 80%. []

