Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Dinkes Kota Tangerang Wajibkan Calon Pengantin Skrining Kesehatan

Dinkes Kota Tangerang Wajibkan Calon Pengantin Skrining Kesehatan

Info Massa — Bagi Anda warga Kota Tangerang yang sedang merencanakan pernikahan, ada satu tahapan penting yang tidak boleh terlewatkan dalam daftar persiapan (wedding checklist). Bukan soal dekorasi atau katering, melainkan pemeriksaan kesehatan pra-nikah (pre-marital screening).

Pemerintah Kota Tangerang kini mewajibkan seluruh calon pengantin (catin) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mendapatkan rekomendasi nikah. Aturan ini merupakan bagian dari Program Pengantin Sehat yang diinisiasi untuk memutus mata rantai stunting sejak hulu.

Seringkali, pemeriksaan medis sebelum menikah dianggap sebagai formalitas birokrasi yang merepotkan. Padahal, langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk mendeteksi risiko kesehatan tersembunyi demi masa depan anak dan pasangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas. Fokusnya adalah mendeteksi kondisi medis yang bisa berdampak pada kehamilan dan keturunan nantinya.

Ada lima parameter laboratorium utama yang menjadi prioritas dalam skrining ini, memastikan calon ibu tidak mengalami anemia. Mencegah penularan virus ke pasangan dan calon bayi. Mendeteksi infeksi menular seksual yang berisiko memicu keguguran atau cacat lahir. Mengantisipasi penularan virus yang dapat memicu kerusakan hati kronis. Mendeteksi kelainan darah bawaan agar bisa diantisipasi sejak awal.

Kecamatan Periuk Serahkan SP Pembongkaran Lapak di Situ Bulakan

“Seluruh calon pengantin yang mau mengurus pernikahannya untuk mendapatkan rekomendasi nikah, terlebih dahulu kami minta supaya diperiksa kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat,” jelas dr. Dini, Rabu (17/6/2026).

Mengapa pembenahan harus dimulai dari calon pengantin, bukan saat anak sudah lahir? Jawabannya ada pada kesiapan biologis calon ibu. Dinkes Kota Tangerang menekankan bahwa kesehatan seorang ibu memegang kendali penuh pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Banyak kasus stunting atau gangguan pertumbuhan pada balita bermula dari kondisi remaja atau calon pengantin yang sudah mengalami anemia (kurang darah) menahun.

“Kalau remajanya anemia, nanti saat hamil juga berpotensi anemia. Dampaknya, bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Karena itu, upaya-upaya ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian,” papar dr. Dini.

Melalui program ini, pasangan tidak hanya diambil sampel darahnya, tetapi juga akan mendapatkan edukasi gizi, bimbingan kesiapan kehamilan, serta pemenuhan imunisasi yang dibutuhkan.

Selat Hormuz Dibuka, Pemerintah Tetap Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia

Stunting bukanlah takdir yang tidak bisa dihindari, melainkan kondisi yang sangat bisa dicegah jika persiapannya matang. Dengan mengikuti pemeriksaan pra-nikah ini, calon pengantin di Kota Tangerang secara tidak langsung sedang memproteksi calon anak mereka dari risiko gagal tumbuh. []

× Advertisement
× Advertisement