Internasional
Beranda / Internasional / China Luncurkan Model AI Pintar Pertama Kelola Energi

China Luncurkan Model AI Pintar Pertama Kelola Energi

Info Massa — China kembali membuat gebrakan besar dalam transisi energi hijau global. Pada Kamis (16/7), Negeri Tirai Bambu resmi meluncurkan model operasi pintar berbasis Kecerdasan Buatan (AI) pertama di dunia untuk mengelola basis energi terpadu tenaga air, angin, dan surya berkapasitas raksasa, yakni mencapai 10 juta kilowatt.

Langkah ini menandai babak baru pemanfaatan teknologi AI dalam mengoperasikan basis energi bersih berskala masif secara presisi dan efisien.

Model AI mutakhir ini dikembangkan oleh Yalong River Hydropower Development Company, Ltd. untuk digunakan pada basis energi bersih terpadu Sungai Yalong yang terletak di Provinsi Sichuan, China barat daya.

Teknologi ini dirancang sebagai “otak pintar” yang mengoordinasikan tiga sumber energi terbarukan sekaligus. Sistem ini mendukung prakiraan cuaca dan aliran air secara presisi. Penjadwalan operasi sistem tenaga listrik dan operasi harian dan perdagangan pasar energi yang terkoordinasi.

Menariknya, model pintar ini dibangun di atas infrastruktur komputasi domestik China dan didukung langsung oleh pusat komputasi cerdas pertama di China yang berlokasi unik di dalam gua di wilayah dataran tinggi.

TPA Rawa Kucing Bertransformasi, Kota Tangerang Mantapkan Langkah Menuju Zero Waste

Kehadiran AI ini membawa peningkatan performa yang sangat signifikan dibanding metode konvensional. Pihak pengembang membeberkan beberapa keunggulan utama model baru ini.

Prakiraan Aliran Sungai Lebih Panjang, periode prediksi efektif aliran air sungai melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya sekitar 10 hari, kini menjadi 60 hari.

Sistem mampu menyesuaikan pengoperasian waduk secara otomatis dan seketika guna mengoptimalkan produksi listrik.

Deteksi Kerusakan Super Akurat: Tingkat akurasi dalam mengidentifikasi kerusakan atau kendala pada peralatan fotovoltaik (panel surya) mencapai lebih dari 96 persen.

Akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, Chen Deliang, menilai terobosan ini sangat krusial. Menurutnya, model ini sukses menghubungkan estimasi sumber daya alam dengan keputusan operasional harian.

Pemkot Tangerang Kebut Penyempurnaan RSUD Panbar

“Teknologi ini membantu mengubah pengelolaan energi dari yang sebelumnya bersifat penyesuaian reaktif (merespons setelah terjadi perubahan) menjadi prediksi ilmiah yang terencana,” ujar Chen Deliang.

Cekungan Sungai Yalong sendiri merupakan salah satu urat nadi energi bersih terbesar di China. Total kapasitas energi bersih terpasang di wilayah ini diproyeksikan bakal menembus angka fantastis, yakni 78 juta kilowatt per tahun 2035.

Wakil Presiden Institut Teknik Energi Terbarukan China (China Renewable Energy Engineering Institute), Zhao Zenghai, menyebutkan bahwa teknologi ini adalah pelopor global.

“Model ini menciptakan solusi cerdas rantai penuh (full-chain) pertama yang dirancang khusus untuk basis energi bersih kelas 10 juta kilowatt. Ini menyediakan jalur yang dapat dicontoh dan direplikasi oleh proyek-proyek serupa di dunia, sekaligus menegaskan peran AI yang kian vital dalam transisi energi hijau China,” jelas Zhao.

Peluncuran sistem pintar di Sungai Yalong ini bukan proyek mandiri yang berdiri sendiri. Sebelumnya pada bulan Mei lalu, pemerintah China telah merilis 51 skenario penerapan bernilai tinggi bertajuk “AI+Energi”. Hal ini menunjukkan keseriusan negara tersebut untuk mendigitalisasi sektor energinya secara menyeluruh.

Dua Assist Messi Mengubur Mimpi Inggris, Argentina Final vs Spanyol

Di tengah ketidakpastian lanskap energi global saat ini, para pakar sepakat bahwa integrasi mendalam antara AI dan sektor energi terbarukan adalah kunci mutlak. Langkah ini tidak hanya meningkatkan ketahanan dan efisiensi jaringan listrik, tetapi juga memperkuat daya saing industri serta kedaulatan energi nasional China di panggung dunia. []

× Advertisement
× Advertisement