Internasional
Beranda / Internasional / Delcy Rodriguez Memohon Inggris Berikan 31 Ton Emas Rakyat Venezuela

Delcy Rodriguez Memohon Inggris Berikan 31 Ton Emas Rakyat Venezuela

Info Massa — Tragedi kemanusiaan akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela tampaknya belum cukup mengetuk pintu hati negara-negara Barat. Di saat jumlah korban tewas meroket hingga 3.811 jiwa, Inggris secara ironis tetap menolak menyerahkan 31 ton emas milik Venezuela yang dibekukan di Bank of England.

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, sampai harus “mengemis” keadilan dengan menyurati langsung Raja Charles III. Ia memohon agar aset senilai miliaran dolar tersebut dilepaskan demi mendanai rekonstruksi pasca-gempa magnitudo 7,2 dan 7,5 yang meluluhlantakkan Negara Bagian La Guaira pada 24 Juni lalu.

“Emas ini milik rakyat kami. Kami membutuhkan emas ini untuk mengatasi dampak gempa bumi. Venezuela memiliki sumber daya yang terblokir di seluruh dunia yang dapat digunakan untuk mengatasi proses rekonstruksi ini,” ujar Rodriguez dalam pidatonya di televisi pemerintah VTV, dikutip Jumat (10/7/2026).

Sikap kaku Inggris ini mempertegas wajah ganda blok Barat dalam merespons krisis kemanusiaan global. Di satu sisi, sekutu utama mereka, Amerika Serikat (AS), mencoba berlagak pahlawan dengan memberikan “diskon” sanksi selama empat bulan pasca-gempa untuk transaksi terkait bantuan bencana.

Namun di sisi lain, aset riil dan hak berdaulat rakyat Venezuela berupa puluhan ton emas murni tetap disandera di London dengan dalih sanksi anti-demokrasi. Pelonggaran sanksi empat bulan dari Washington dinilai publik tak lebih dari sekadar kosmetik politik, mengingat skala kehancuran di lapangan sangat masif.

Update Tabel Angsuran KUR BRI Juli 2026, Plafon Rp10-100 Juta, Cicilan Mulai Rp19 Ribuan

Berdasarkan data dari Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, kondisi di Venezuela saat ini sudah berada di titik nadir. Korban Meninggal Dunia: 3.811 jiwa. Korban Luka-luka: 16.740 orang dan Warga Kehilangan Tempat Tinggal (Tunawisma): 17.907 orang

Pembekuan 31 ton emas ini awalnya dilakukan Barat sejak era Presiden Nicolas Maduro. Setelah Maduro ditangkap oleh otoritas AS awal tahun ini, Barat terkesan terus mencari-cari alasan politik untuk tetap menguasai kekayaan negara Amerika Latin tersebut.

Sanksi ekonomi yang awalnya diklaim Barat untuk “menghukum penguasa yang anti-demokrasi”, pada kenyataannya kini justru mencekik leher rakyat sipil yang sedang tertimpa bencana alam. Tanpa akses ke dana segar dari emas mereka sendiri, proses pemulihan infrastruktur, pemenuhan logistik medis, dan pembangunan rumah bagi belasan ribu tunawisma dipastikan akan berjalan lambat.

Hingga saat ini, Istana Buckingham maupun Pemerintah Inggris belum menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan posisi mereka. London memilih setia pada garis politik sanksi Barat, membiarkan 31 ton emas itu mengendap di ruang bawah tanah Bank of England, sementara ribuan rakyat Venezuela berjuang bertahan hidup di atas puing-puing gempa. []

Jejak Rachmat Gobel, Pengusaha Elektronik ke Kancah Politik
× Advertisement
× Advertisement