Info Massa — Tragedi berdarah yang menewaskan delapan biksu di Provinsi Mukdahan, Thailand timur laut, memicu sorotan tajam publik. Insiden mematikan ini kembali membuka mata banyak pihak mengenai bahaya laten pembiaran anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor, serta lemahnya pengawasan orang tua.
Bagaimana tidak, sebuah mobil bak terbuka yang merenggut nyawa para pemuka agama tersebut nyatanya dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki yang baru menginjak usia 11 tahun.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 11.00 waktu setempat di wilayah Mueang. Saat itu, rombongan yang terdiri dari 34 biksu sedang berjalan kaki di pinggir jalan dalam rangka ritual ziarah dari Provinsi Mukdahan menuju Provinsi Ubon Ratchathani.
Nahas, perjalanan spiritual tersebut berubah menjadi bencana dalam sekejap. Mobil bak terbuka yang melaju kencang langsung menghantam barisan para biksu.
Seorang polisi lalu lintas yang melintas pasca-kejadian menggambarkan situasi di lokasi sangat mencekam, dengan para korban yang terkapar di jalanan dan warga sekitar yang berkerumun panik mencoba memberikan bantuan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, bocah berusia 11 tahun tersebut diketahui membawa kabur mobil bak terbuka milik ayahnya tanpa izin untuk berkendara menuju arah kota.
Meskipun kepolisian menyatakan tindakan tersebut dilakukan “tanpa izin”, insiden ini memicu kritik keras dari berbagai pihak mengenai aksesibilitas kendaraan terhadap anak-anak. Kasus ini dinilai bukan sekadar kenakalan anak biasa, melainkan cerminan dari kelalaian fatal dalam pengawasan keluarga.
Hingga saat ini, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh otoritas setempat. []