Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Stok Obat Pasien BPJS Dikeluhkan Kosong di RSUP Dr. Sitanala Tangerang, Pasien Diminta Membeli di Luar

Stok Obat Pasien BPJS Dikeluhkan Kosong di RSUP Dr. Sitanala Tangerang, Pasien Diminta Membeli di Luar

Stok beberapa obat untuk pasien BPJS di RSUP Sitanala milik Kementerian Kesehatan Kosong. (Foto: Info Massa/Ist)

TANGERANG, Info Massa – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan mengeluhkan kekosongan beberapa jenis obat di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Kondisi tersebut membuat pasien yang telah mendapatkan resep dokter harus mencari alternatif untuk memperoleh obat yang dibutuhkan.

Keluhan terutama dirasakan pasien yang menjalani pengobatan rutin. Ketiadaan obat menjadi persoalan bagi pasien karena terapi yang diberikan dokter perlu dijalankan secara berkelanjutan sesuai kondisi dan kebutuhan medis masing-masing.

Salah seorang pasien mengaku mendapat informasi dari bagian farmasi bahwa obat yang diresepkan sedang tidak tersedia. Pasien kemudian mempertanyakan kapan stok obat tersebut kembali tersedia, mengingat obat dibutuhkan untuk menunjang pengobatan secara rutin.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, pihak RSUP Dr. Sitanala membenarkan adanya sejumlah obat yang belum tersedia.

“Mohon maaf untuk obat tersebut saat ini belum tersedia kembali. Untuk saat ini kami belum dapat memastikan kapan obat tersebut tersedia kembali. Namun informasi terakhir dari bagian farmasi kami, stok obat-obatan yang kosong saat ini sedang dalam proses pemesanan kembali,” tulis pihak RSUP Dr. Sitanala, Minggu (16/8) malam.

Turnamen Borjuis Golf Kota Tangerang Menabrak Aturan

Ketika kembali ditanyakan mengenai kepastian waktu kedatangan obat, pihak rumah sakit belum dapat memberikan estimasi.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa pasien BPJS yang obatnya belum tersedia dapat membeli obat tersebut di luar apabila berkenan.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pasien mengenai mekanisme yang dapat ditempuh ketika obat yang diresepkan dokter tidak tersedia di fasilitas kesehatan.

Seorang dokter RSUP Dr. Sitanala yang meminta identitasnya tidak disebutkan turut membenarkan adanya sejumlah obat yang mengalami kekosongan.

“Beberapa obat memang lagi kosong dari distributor beberapa minggu ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (17/8) pagi.

DLH DKI Jakarta Tindak Tegas Pembuangan Sampah Ilegal

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan obat tidak hanya dirasakan pasien, tetapi juga berkaitan dengan proses pengadaan dan distribusi obat dari pemasok.

RSUP Dr. Sitanala sendiri merupakan fasilitas kesehatan yang melayani peserta BPJS Kesehatan. Dalam konteks pelayanan farmasi, ketersediaan obat menjadi bagian penting dalam pemenuhan resep pasien.

Bagi peserta JKN yang mengonsumsi obat secara rutin, persoalan kekosongan obat bukan semata-mata mengenai kapan stok kembali tersedia. Pasien juga membutuhkan informasi yang jelas mengenai alternatif pelayanan apabila resep tidak dapat dipenuhi di rumah sakit.

Dalam situasi obat tertentu tidak tersedia, pasien juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai kemungkinan obat pengganti, fasilitas kesehatan lain yang dapat dituju, maupun mekanisme pelayanan yang dapat digunakan sesuai ketentuan JKN.

Hal ini penting agar pasien tidak hanya menerima informasi bahwa obat sedang kosong, tetapi juga mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesinambungan pengobatan.

Dewan Kennedy Center Tetap Ingin Ukir Nama Donald Trump

Persoalan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan rujukan juga menjadi bagian dari perhatian dalam pengelolaan pelayanan Program JKN.

Publikasi mengenai implementasi sistem pencegahan kecurangan dalam Program JKN menyebutkan bahwa keluhan peserta terkait obat kosong atau obat yang diresepkan di luar oleh fasilitas kesehatan rujukan perlu ditindaklanjuti agar peserta memperoleh pengobatan sesuai haknya.

Dalam kondisi terdapat kendala pengadaan obat tertentu dari distributor, salah satu alternatif yang disebutkan adalah pemberian obat substitusi atau koordinasi dengan fasilitas kesehatan rujukan lain yang memiliki ketersediaan obat.

“Keluhan terhadap obat kosong atau obat yang diresepkan di luar oleh FKRTL segera ditindaklanjuti agar peserta memperoleh pengobatan sesuai dengan haknya.” dikutip dalam Jurnal BPJS Kesehatan.

Dengan demikian, persoalan kekosongan obat di RSUP Dr. Sitanala Tangerang diharapkan tidak berhenti pada proses pemesanan kembali, tetapi juga diikuti dengan kejelasan solusi bagi pasien selama stok belum tersedia.

Bagi peserta BPJS, kepastian mengenai obat yang diresepkan, alternatif yang dapat diberikan, serta mekanisme pelayanan ketika terjadi kekosongan menjadi hal penting untuk memastikan pengobatan tetap berjalan sesuai kebutuhan medis.[]

× Advertisement
× Advertisement