Info Massa – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada hari Selasa menyoroti hubungan negaranya dengan China setelah AS mengusulkan tarif hukuman baru sebesar 25% untuk banyak impor dari ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut.
Lula memuji keputusan China sebelumnya pada hari itu untuk mengakui Brasil bebas dari penyakit mulut dan kuku, menyebutnya sebagai penyeimbang terhadap langkah AS.
Lula dengan tegas mengatakan bahwa Brazil tidak keberatan apabila Amerika Serikat enggan membeli produknya sebagai kebutuhan warga AS.
“Jika Anda tidak ingin membeli dari saya, saya akan menjual kepada orang lain,” kata Lula selama acara di negara bagian Goias.
Pemimpin sayap kiri itu mengatakan dia mengetahui usulan tarif tersebut selama pembicaraan perdagangan, menambahkan bahwa negosiator perdagangan AS dan Brasil telah bertemu tiga kali baru-baru ini tetapi gagal mencapai kesepakatan.
Lula menyalahkan Senator Brasil Flavio Bolsonaro atas usulan AS tersebut, menuduh calon presiden sayap kanan itu melobi Washington untuk memberlakukan tarif. Presiden Brasil itu juga mengecam Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mengatakan bahwa dia anti-Amerika Latin dan tidak menyukai Brasil.
Sementara Bolsonaro mengklaim sebelumnya pada hari Selasa bahwa dia telah mendesak Trump untuk tidak memberlakukan tarif pada perusahaan-perusahaan Brasil. Kedutaan Besar AS di Brasil tidak segera menanggapi permintaan komentar. []