Internasional
Beranda / Internasional / Joshua Wong, Ikon Generasi Pro-Demokrasi Hong Kong yang Divonis 10 Tahun Penjara

Joshua Wong, Ikon Generasi Pro-Demokrasi Hong Kong yang Divonis 10 Tahun Penjara

Info Massa – Nama Joshua Wong tidak bisa dilepaskan dari sejarah perlawanan sipil di Hong Kong.Mantan pemimpin gerakan mahasiswa yang menjadi simbol perjuangan hak-hak sipil dan demokrasi ini kembali menjadi sorotan dunia setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional (National Security Law/NSL).

Memulai aksinya sejak usia remaja, Wong yang baru saja menginjak usia 30 tahun harus menghadapi babak baru dalam penahanannya, memperpanjang masa pengasingan politiknya di balik jeruji besi.

Pria bernama lengkap Joshua Wong Chi-fung, lahir pada 13 Oktober 1996. Lahir dari pasangan Roger Wong (profesional IT) dan Grace Wong (ibu rumah tangga)

Keterlibatan Wong dalam aksi publik dimulai saat ia berumur 14 tahun. Berawal dari protes di media sosial terkait tingginya harga makanan di kantin sekolahnya, bakat kepemimpinannya mulai terlihat.

Pada tahun 2011, ia mendirikan Scholarism, kelompok aktivis pelajar pro-demokrasi. Pada 2012, kelompok ini memimpin lebih dari 100.000 orang memprotes rencana pemerintah Hong Kong untuk menerapkan kurikulum pendidikan patriotik wajib di sekolah-sekolah. Aksi tersebut memaksa pemerintah menarik kebijakan tersebut dan melambungkan nama Wong ke panggung politik nasional.

BGN Tegaskan Tidak Ada Perintah Kurangi Relawan SPPG, Ini Acuan Jumlahnya

Pada usia 17 tahun, Wong menjadi salah satu tokoh kunci dalam Umbrella Movement—aksi pembangkangan sipil yang melumpuhkan pusat bisnis Hong Kong selama 79 hari. Gerakan ini menuntut hak pilih universal dalam pemilihan Pemimpin Eksekutif Hong Kong. Sosoknya yang mengenakan kacamata berbingkai hitam di depan barikade polisi menjadikannya salah satu wajah paling dikenal dalam media internasional.

Bersama rekan aktivisnya seperti Nathan Law dan Agnes Chow, Wong mendirikan partai politik Demosisto pada 2016. Partai ini mengusung agenda penentuan nasib sendiri (self-determination) bagi Hong Kong.

Meskipun berniat maju ke legislatif, langkah politiknya kerap diganjal oleh otoritas Hong Kong. Pada 2019, ia dilarang mencalonkan diri dalam pemilu dewan distrik dengan alasan penolakannya terhadap kedaulatan penuh Beijing atas Hong Kong.

Saat gelombang protes besar-besaran meletus pada 2019 menolak UU Ekstradisi, Wong aktif menggalang dukungan internasional dan menyerukan sanksi terhadap pejabat yang melanggar HAM. Namun, penerapan UU Keamanan Nasional (NSL) oleh Beijing pada pertengahan 2020 mengubah lanskap politik secara drastis.Demosistō resmi dibubarkan, dan sejumlah rekannya memilih melarikan diri ke luar negeri, sementara Wong memilih bertahan di Hong Kong.

Wong telah berulang kali dipenjara sejak akhir 2010-an atas tuduhan perakitan ilegal dan pembangkangan sipil.

Pemberangusan Oposisi Hong Kong, Joshua Wong Dihukum 10 Tahun Penjara

November 2020, Wong mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam aksi protes di luar markas besar Kepolisian Hong Kong pada 2019 dan divonis 56 bulan penjara.

Berlanjut Februari 2021, Saat masih mendekam di penjara, Wong dituntut atas tuduhan konspirasi melakukan subversi bersama 47 aktivis lainnya (dikenal sebagai Hong Kong 47).

Berselang lima tahun, vonis kasus kolusi (2026), pengadilan memutuskan Wong bersalah atas tuduhan berkolusi dengan pihak asing untuk mendesak sanksi internasional terhadap Tiongkok antara Juli hingga November 2020. Hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara.

Meskipun media internasional sering melabelinya sebagai pemimpin protes, Wong berulang kali menolak julukan tersebut.

“Kami memiliki banyak fasilitator dalam gerakan ini dan saya adalah salah satunya. Alih-alih memiliki komando dari atas ke bawah (top-down), kami bergerak dengan pusat komando dari bawah ke atas (bottom-up),” ungkap Wong kepada The Financial Times pada November 2019.

Dinkes Sesalkan SPPG di Ngawi Tidak Peka Selera Anak

Dalam pesan tertulis yang diunggah sebelum penahanannya pada November 2020, Wong menegaskan keyakinannya terhadap ketahanan masyarakat Hong Kong:

“Jujur saja, saya tidak pernah memiliki banyak kepercayaan pada politik Hong Kong, tetapi saya memiliki kepercayaan penuh pada rakyat Hong Kong. Bahkan ketika kekuasaan politik kini memberikan tantangan menyeluruh terhadap daya tahan masyarakat sipil kita, saya percaya rakyat Hong Kong akan selalu menemukan cara untuk melaluinya,” ungkap Wong. []

× Advertisement
× Advertisement