Info Massa – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong percepatan pengembangan kawasan bisnis berbasis bandara atau aerotropolis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perkotaan. Dalam waktu dekat, Pemkot Tangerang akan menjajaki kerja sama strategis dengan PT Angkasa Pura Indonesia untuk merealisasikan pengembangan kawasan tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan bahwa Pemkot Tangerang telah menyiapkan langkah konkret berupa pembangunan infrastruktur penunjang yang terintegrasi langsung dengan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Infrastruktur utama yang akan kami realisasikan antara lain Jalan Utara Tol Sedyatmo, Jalan Kali Perancis, serta Jalan Promenade Cisadane Utara (Suryadarma). Seluruhnya akan menjadi satu sistem konektivitas terpadu yang menghubungkan kawasan kota dengan bandara,” ujar Yeti, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, kawasan aerotropolis ini akan dikembangkan sebagai Central Business District (CBD) premium di sekitar bandara yang mencakup wilayah Benda, Neglasari, dan Batuceper. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi, logistik, jasa, perhotelan, hingga industri kreatif berbasis konektivitas global.
“Pengembangan aerotropolis ini bukan sekadar proyek fisik, tapi strategi besar menjadikan Kota Tangerang sebagai simpul ekonomi regional berbasis transportasi udara,” tegasnya.
Yeti menambahkan, rencana kerja sama ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebagai salah satu prioritas utama pembangunan. Terdapat tiga zona strategis di sekitar bandara yang akan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan milik PT Angkasa Pura Indonesia.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mulai melakukan persiapan teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah menyusun konsep desain pengembangan kawasan, sementara Dinas Perhubungan menyiapkan skema jaringan lalu lintas dan sistem transportasi pendukung.
“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan matang, terencana, dan terintegrasi agar pengembangannya tidak sporadis, tetapi terarah dan berkelanjutan,” tambah Yeti.
Pemkot Tangerang berharap kerja sama ini dapat segera direalisasikan untuk mendorong investasi, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing kota, serta memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai pusat ekonomi penyangga Jakarta dan gerbang internasional Indonesia.[]
