Daerah
Beranda / Daerah / Proyek Migas di Selat Makassar Serap Ribuan Pekerja Lokal

Proyek Migas di Selat Makassar Serap Ribuan Pekerja Lokal

Info Massa — Proyek Strategis Nasional (PSN) hulu migas North Hub Development ProjectSelat Makassar resmi memasuki babak baru lewat prosesi pemotongan baja perdana (first steel cutting) fasilitas Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Tidak hanya menjadi salah satu investasi migas terbesar di tanah air dengan nilai mencapai 15 miliar dolar AS (sekitar Rp243 triliun), mega proyek ini dipastikan menjadi angin segar bagi perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja besar-besaran.

Pembangunan mega struktur FPSO bernama Bahtera Haluan Lestari ini bakal memutar roda ekonomi kawasan Kepulauan Riau secara signifikan. Pengerjaan topside module unit kapal produksi dan penyimpanan terapung tersebut disebar di empat titik strategis, yakni Batam, Tanjung Balai Karimun, dan Bintan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa proyek raksasa ini membutuhkan pengerjaan hingga 4.000 ton baja dan akan menciptakan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat.

“Pengerjaan fabrikasi ini membuka kesempatan untuk 8.000 lapangan pekerjaan nasional selama masa konstruksi,” ujar Djoko saat meresmikan pemotongan baja di fasilitas fabrikasi Saipem, Tanjung Balai Karimun.

DPR dan Pemerintah Selangkah lagi Ketuk Perpres Ojol

Penyerapan ribuan tenaga kerja lokal ini membuktikan bahwa kapasitas dan keahlian sumber daya manusia (SDM) serta industri fabrikasi dalam negeri makin dipercaya untuk menangani proyek-proyek berskala global.

Selain dampak ketenagakerjaan, proyek yang dikelola oleh Searah (perusahaan patungan Eni SpA asal Italia dan Petronas asal Malaysia) ini mencatatkan sejarah baru bagi teknologi maritim Indonesia. Proyek ini menjadi fasilitas produksi pertama di perairan ultra deep water (laut sangat dalam) di Indonesia, yang beroperasi pada kedalaman hingga 2.000 meter di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.

FPSO Bahtera Haluan Lestari dirancang memiliki spesifikasi megah dengan dimensi panjang 300 meter dan lebar 45 meter. Kemudian kapasitas olah gas hingga 1 miliar kaki kubik standar per hari (1 BSCFD).

Untuk kapasitas kondensat ditargetkan 80.000 barel per hari dan kapasitas penyimpanan mencapai 1,4 juta barel.

Targetnya, pasokan gas perdana (first gas) dari proyek ini sudah mulai mengalir pada kuartal IV tahun 2028. Keberhasilan pengoperasian Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru pencapaian target produksi migas nasional pada 2029–2030, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas bumi.

Kemkomdigi Caplok 10 Juta Data SIM Card Biometrik

“Keberhasilan industri fabrikasi dalam negeri menjawab tantangan proyek skala besar ini menjadi bukti nyata penerapan teknologi tinggi di Indonesia. Ini sekaligus membuka peluang investasi baru pembangunan fabrikasi migas di dalam negeri,” pungkas Djoko. []

× Advertisement
× Advertisement