Info Massa – Sebuah pemandangan tidak biasa di salah satu SPBU milik PT Tangerang Nusantara Global (TNG) mendadak jadi sorotan publik. Sebuah truk operasional milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kedapatan tengah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan puluhan jerigen yang disusun di atas bak truk tersebut.
Dari pantauan di lokasi, terlihat petugas SPBU melayani pengisian BBM secara berurutan ke dalam jerigen-jerigen plastik, alih-alih langsung ke tangki kendaraan.
Adapun pengisian BBM itu berada di SPBU milik PT TNG pada pompa bagian paling kiri. Sementara sebuah truk dinas berplat merah milik Dinas Lingkungan Hidup memarkir sekitar lebih dari 2 jam.
Pengisian itu diperkirakan terdapat lebih dari 20 jerigen berkapasitas besar di atas bak truk. Pengisian BBM jenis tertentu (diduga Solar) secara massal ke dalam jerigen.
Aktivitas tersebut mendapat tanggapan kritis dari salah seorang aktivis muda, Holid Safei. Memurutnya, aktivitas pengisian BBM menggunakan jerigen di SPBU sebenarnya diatur dengan ketat oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.
Secara umum, kata Holid, pembelian BBM bersubsidi maupun penugasan menggunakan jerigen dilarang tanpa surat rekomendasi khusus untuk sektor tertentu seperti pertanian atau UMKM.
Apalagi, penggunaan kendaraan dinas (plat merah) untuk mengangkut puluhan jerigen berisi BBM ini memicu pertanyaan publik terkait peruntukan dan legalitas prosedur tersebut.
“Seharusnya kendaraan dinas memberikan contoh distribusi yang tertib. Jika memang untuk kebutuhan alat berat atau operasional di lapangan, prosedurnya harus dipastikan transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan adanya penimbunan atau penyalahgunaan,” ujar Holid, Kamis 23 April 2026.
Holid juga menambahkan, PT TNG tentunya tidak mencerminkan perilaku yang berpihak kepada masyarakat. Ketika kondisi global sedang menghadapi kelangkaan minyak, SPBU milik BUMD justru malah mengeluarkan BBM di luar konsumsi publik.
“PT TNG jelas tidak beretika ya, sebab secara global minyak ini kan sedang mengalami krisis. Tapi kenapa BUMD malah ugal-ugalan ngisi BBM ke puluhan jerigen menggunakan mobil dinas? Apakah ini upaya penimbunan?” Tegas Holid.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT TNG selaku pengelola SPBU maupun Dinas Lingkungan Hidup belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penggunaan puluhan jerigen tersebut.
Apakah BBM tersebut akan digunakan untuk alat pencacah sampah, operasional TPA, atau kebutuhan mendesak lainnya, masih dalam tahap konfirmasi. []

