Nasional
Beranda / Nasional / Tembus 2.834 Napi, Dirjenpas Bersihkan Lapas dari Warga Binaan High Risk

Tembus 2.834 Napi, Dirjenpas Bersihkan Lapas dari Warga Binaan High Risk

Info Massa – Gelombang pembersihan lapas dari narapidana berisiko tinggi (high risk) terus digencarkan di bawah komando Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Terbaru, sebanyak 134 warga binaan kategori high risk dari empat wilayah di Sumatra resmi dideportasi ke pulau penjara, Nusakambangan.

Dengan penambahan ini, total narapidana berisiko tinggi yang berhasil dievakuasi ke Nusakambangan selama masa kepemimpinan Agus Andrianto kini telah menembus angka fantastis, yakni 2.834 orang. Langkah agresif ini dinilai sebagai bukti keseriusan kementerian dalam memutus mata rantai gangguan keamanan di dalam lapas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, mengungkapkan bahwa 134 narapidana tersebut dipindahkan dari empat wilayah zona merah di Sumatra, yaitu Riau 36 orang, Sumatera Utara 33 orang, Lampung 33 orang dan Jambi 32 orang.

Proses pemindahan ini dilakukan melalui operasi ketat dan senyap. Rombongan narapidana tersebut tiba di pulau isolasi Nusakambangan pada Senin (8/6) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

“Alhamdulillah proses pemindahan berjalan lancar. Proses pemindahan dan penerimaan di Nusakambangan dilaksanakan sesuai dengan SOP,” ujar Mashudi, Senin (8/6).

Presiden Lantik Bos BGN dan Said Iqbal Sore ini, Purbaya Belum Tergeser

Untuk memastikan pengawasan maksimal, 134 warga binaan ini tidak dikumpulkan dalam satu titik, melainkan langsung disebar ke lima lapas dengan sistem pengamanan super ketat (high security hingga super high security) di Nusakambangan, meliputi Lapas Kelas IIA Karang Anyar, Lapas Kelas IIA Besi, Lapas Kelas IIA Gladakan, Lapas Kelas IIA Narkotika, Lapas Kelas IIA Ngaseman.

Operasi pemindahan skala besar ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengamanan Internal yang berkolaborasi dengan tim gabungan berlapis, mulai dari petugas Kantor Wilayah, Brimob, Sabhara, hingga jajaran Polresta dan Polda setempat.

Meski terkesan represif, Mashudi menegaskan bahwa pemindahan ribuan napi high risk ke Nusakambangan ini pada dasarnya adalah bagian dari strategi pembinaan interaktif, bukan sekadar pengasingan.

“Kembali lagi kami sampaikan bahwa tujuan pemindahan ini adalah dalam rangka pemberian pembinaan dan pengamanan yang tepat,” tegas Mashudi.

Langkah ini diambil agar penanganan narapidana berisiko tinggi bisa lebih terukur, dengan harapan mewujudkan warga binaan yang mandiri dan menyadari kesalahannya sebelum nantinya mereka kembali ke tengah masyarakat. []

Bahlil Tugaskan Lemigas Realisasikan Impor Minyak dari Rusia

× Advertisement
× Advertisement