Nasional
Beranda / Nasional / Ojol Tuntut Potongan Komisi 8 Persen Tanpa Akal-akalan Aplikator

Ojol Tuntut Potongan Komisi 8 Persen Tanpa Akal-akalan Aplikator

Info Massa – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) se-Jabodetabek yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026) siang. Isu potongan komisi dan “biaya siluman” dari aplikator menjadi sorotan utama dalam aksi ini.

Massa aksi mulai berkumpul di kawasan Taman Lapangan Banteng sekitar pukul 13.00 WIB sebelum bergerak menuju titik utama di Monas.

Koordinator Aksi GOIB, Irfan Smandu, menegaskan bahwa salah satu tuntutan krusial para pengemudi adalah transparansi dan keadilan dalam skema bagi hasil. Mereka mendesak pemerintah untuk mengawal ketat penerapan aturan potongan komisi agar tidak merugikan mitra di lapangan.

“Hadirkan skema perhitungan potongan 8 persen dengan benar, sesuai Kepmenhub No. 667 Tahun 2022, tanpa adanya embel-embel lain dan akal-akalan aplikator,” ujar Irfan saat dihubungi, Kamis.

Meskipun regulasi telah menetapkan batas maksimal potongan komisi aplikator sebesar 8 persen, para pengemudi mengeluhkan pendapatan mereka yang tak kunjung meningkat. Hal ini dipicu oleh munculnya berbagai biaya tambahan atau biaya layanan aplikator yang dibebankan di luar potongan resmi.

DPR Tegakan Pembangunan KEK Pariwisata Jangan Korbankan Warga demi Investasi

Selain masalah potongan komisi untuk layanan penumpang, GOIB juga menuntut pemerintah segera menghadirkan regulasi tarif yang adil dan merata untuk layanan pengantaran barang dan makanan (food delivery). Selama ini, skema tarif di sektor tersebut dinilai masih sangat timpang dan merugikan pengemudi.

Selain persoalan tarif dan komisi, massa aksi juga membawa aspirasi terkait masalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang langsung berdampak pada operasional harian mereka.

Irfan menyatakan bahwa keikutsertaan para pengemudi dalam unjuk rasa hari ini murni didasari oleh kesadaran bersama demi kesejahteraan mitra yang merata. Kendati demikian, pihak GOIB menegaskan tidak mengeluarkan seruan untuk mematikan aplikasi (off bid) secara massal.

“Soal off bid atau tidak off bid kan itu kembali ke hati nurani masing-masing dan kita tidak bisa memaksakan. Saya tidak pernah menyerukan di kalangan ojol maupun taksi online untuk off bid massal,” kata Irfan.

Ia memastikan bahwa massa yang memadati kawasan Monas hari ini merupakan mitra aktif yang sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojol di seluruh penjuru Jabodetabek. Mereka berharap aksi ini dapat mengetuk hati para pembuat kebijakan dan aplikator untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih adil. []

Fly Over Latumenten Dikebut Untuk Urai Kemacetan

× Advertisement
× Advertisement