Info Massa – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melempar janji manis terkait ketahanan energi nasional. Di tengah melambungnya ketegangan geopolitik dunia yang mengancam harga minyak mentah, Airlangga mengklaim pasokan Pertalite, biodiesel, hingga listrik di dalam negeri akan tetap aman terkendali hingga akhir tahun 2026.
“Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun, at least Pertalite dan biodiesel aman,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Janji tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta. Menurutnya, publik tak perlu cemas sebab pemerintah mematok pembelian minyak mentah rata-rata di kisaran 91 Dolar AS per barel—masih di bawah ambang batas kritis 100 Dolar AS per barel.
Di hadapan para pelaku pasar modal, Airlangga merinci sejumlah poin optimisme pemerintah dalam menjaga kestabilan BBM dan pasokan listrik.
Airlangga menegaskan Pemerintah menjamin pasokan energi bersubsidi tidak akan terganggu gejolak Selat Hormuz maupun konflik Timur Tengah hingga penutup tahun.
Lanjutnya, pasokan gasoline hilir dipastikan aman karena diimpor dari Singapura melalui jalur Selat Malaka yang dinilai jauh dari zona konflik.
Kemudian, pembangkit listrik nasional disebut kebal dari lonjakan harga internasional karena mayoritas mengandalkan energi domestik batu bara.
Airlangga turut memamerkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh 5,45 persen pada semester pertama 2026, serta angka inflasi yang terjaga di level 2,88 persen. Ia mengklaim kemampuan pemerintah menahan gejolak energi menjadi kunci utama performa ekonomi nasional yang mengungguli sebagian besar negara ASEAN dan anggota G20.
“Jadi bagi Indonesia relatif, Indonesia masih melihat dengan situasi harga minyak yang tidak di atas 100 (dolar Amerika Serikat per barel). Artinya Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun at least Pertalite dan biodiesel aman,” bebernya.
Meski demikian, klaim aman hingga akhir tahun ini memicu sorotan. Ketidakpastian konflik global yang sangat dinamis dinilai kerap membuat asumsi harga minyak meleset, sehingga ketahanan anggaran subsidi BBM dan pasokan riil di lapangan akan terus diuji hingga akhir 2026. []