Info Massa – Operasi penyelamatan di dekat pos pemeriksaan Gyirong, Daerah Otonomi Tibet, China, terpaksa ditangguhkan akibat tingginya risiko jebolnya sebuah danau bendungan (barrier lake) di wilayah tersebut.
Media nasional China Central Television (CCTV) melaporkan pada Jumat bahwa danau bendungan tersebut terbentuk di pertemuan dua sungai dekat pos Gyirong dan ukurannya terus meluas.
Perkiraan awal menunjukkan danau penampungan alami ini menampung setidaknya 2,5 juta meter kubik air.
Di saat yang sama, temuan fragmen aliran lumpur di kedua sisi bendungan memperbesar kekhawatiran tim penyalamat.
Aliran lumpur susulan berpotensi memicu jebolnya danau secara mendadak, yang dapat mengalirkan banjir bandang dahsyat ke wilayah hilir dan memperparah dampak bencana.
Ancaman bencana ini berlanjut dari rentetan peristiwa sebelumnya pada Rabu, ketika arus air deras menerjang Sungai Bhotekoshi di kawasan pegunungan Nepal.
Banjir besar tersebut terpicu oleh kombinasi gempa bumi dan tanah longsor yang merusak bentang alam setempat.
Dampak banjir di Sungai Bhotekoshi tercatat sangat parah. Hingga saat ini, sebanyak 558 orang dilaporkan hilang, di mana 260 di antaranya merupakan warga negara asing. Tim SAR gabungan di kawasan terdampak masih terus bersiaga memantau pergerakan air dari hulu Tibet. []