Info Massa – Ibu Kota Jakarta kembali menorehkan catatan positif di panggung internasional. Dalam ajang Pertemuan ke-46 Komite Eksekutif CityNet di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (3/11/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan lompatan prestasi Jakarta dalam peta kota-kota dunia.
Berdasarkan laporan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics, peringkat Jakarta melonjak drastis dari posisi 159 pada tahun 2025 menjadi peringkat 140 dari 1.000 kota di dunia pada 2026.
Tak hanya itu, sistem transportasi terintegrasi Jakarta juga diakui secara global dengan menempati peringkat ke-15 dalam daftar kota dengan transportasi publik terbaik di dunia versi media internasional Time Out per Oktober 2026.
“Peningkatan tersebut harus diikuti perbaikan kualitas lingkungan, mobilitas, dan layanan perkotaan,” ujar Pramono di hadapan para pemimpin kota dan mitra pembangunan se-Asia-Pasifik.
Pramono menjelaskan, melesatnya performa Jakarta didukung oleh transformasi nyata di bidang lingkungan dan mobilitas publik.
Program ‘Pilah Sampah’ mencatatkan kenaikan signifikan. Jika pada Mei 2026 baru 6 persen rumah tangga yang memilah sampah, angka tersebut melesat hingga hampir 35 persen pada Oktober 2026.
Integrasi moda MRT, LRT, Transjakarta, JakLingko, dan Mikrotrans terus diperkuat. Pemprov DKI membidik target 100 persen armada Transjakarta beralih ke bus listrik pada 2030.
Jakarta tengah menyiapkan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD), perluasan ruang terbuka hijau, hingga penguatan sistem pengelolaan air.
Capaian Jakarta tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Jenderal CityNet Asia-Pasifik, Vijay Jagannathan. Menurutnya, Jakarta berhasil membuktikan bahwa perubahan skala besar bisa diwujudkan melalui komitmen pemerintah dan kesadaran masyarakat.
“Jakarta menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin terjadi, di mana transformasi perkotaan terjadi ketika kebijakan mengubah sistem dan masyarakat mengubah perilaku,” kata Vijay. []