Info Massa – Dunia politik Maluku berduka. Agrapinus Rumatora, atau yang lebih dikenal secara luas sebagai Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman brutal di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu, 19 April 2026. Sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh kunci dalam dinamika sosial dan politik lokal ini mengembuskan napas terakhirnya di usia 59 tahun.
Lahir pada 15 Januari 1967, Nus Kei merupakan sosok yang disegani dalam komunitas masyarakat Kei, baik di Maluku maupun di perantauan Jakarta. Namanya mulai dikenal luas secara nasional pada tahun 2020 akibat konflik terbuka dengan keponakannya sendiri, John Refra alias John Kei. Namun, di balik bayang-bayang konflik tersebut, Nus dikenal oleh kerabatnya sebagai sosok paman yang berusaha menjaga marwah adat dan kekerabatan.
Berbeda dengan citra “dunia hitam” yang sering disematkan media kepada kelompoknya di masa lalu, Nus Kei memilih jalur formal dalam memperjuangkan aspirasi daerahnya.
- Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara: Nus Kei menjabat sebagai pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat kabupaten. Di bawah kepemimpinannya, ia aktif melakukan konsolidasi kader dan persiapan menjelang agenda-agenda politik daerah.
- Pengaruh Lokal: Sebagai Ketua DPC, Nus memiliki pengaruh strategis dalam menentukan arah kebijakan politik lokal di Maluku Tenggara. Ia juga dikenal dekat dengan tokoh nasional asal Maluku, termasuk Menteri Bahlil Lahadalia.
- Dinasti Politik: Semangat politiknya juga menurun kepada putrinya, Desly Claudya Rumatora, yang diketahui pernah terjun ke kontestasi legislatif di wilayah tersebut.
Kematian Nus Kei terjadi secara mengejutkan di ruang publik. Berikut adalah urutan peristiwa yang dihimpun dari keterangan kepolisian:
- Kedatangan (Minggu, 12.00 WIT): Nus Kei baru saja tiba dari Jakarta menggunakan maskapai Lion Air (JT880) via Ambon. Kedatangannya bertujuan untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar.
- Penjemputan: Setibanya di Bandara Karel Sadsuitubun, ia dijemput oleh pihak keluarga. Nus sempat berhenti sejenak di depan pintu keluar bandara untuk berbincang dengan kerabat yang menjemputnya.
- Serangan Mendadak: Secara tiba-tiba, seorang pria mendekati korban dan langsung menghujamkan senjata tajam (pisau) ke arah Nus Kei. Serangan yang begitu cepat membuat korban tidak sempat membela diri.
- Upaya Medis: Dalam kondisi bersimbah darah, keluarga segera melarikan Nus ke RSUD Karel Sadsuitubun. Namun, tim medis menyatakan bahwa nyawa korban tidak tertolong akibat luka fatal yang dideritanya.
Hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian, aparat Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU. Berdasarkan penyelidikan awal, motif penyerangan diduga kuat berkaitan dengan dendam lama dari peristiwa masa lalu di Jakarta tahun 2020. Saat ini, kedua pelaku telah dibawa ke Mapolda Maluku untuk pemeriksaan lebih mendalam guna mencegah potensi konflik susulan di tengah masyarakat.
DPD Partai Golkar Maluku telah mengeluarkan imbauan agar seluruh kader tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

