Nasional
Beranda / Nasional / Pemerintah Serius Terapkan Etanol hingga E50, Bahlil Klaim Demi Ketahanan Energi

Pemerintah Serius Terapkan Etanol hingga E50, Bahlil Klaim Demi Ketahanan Energi

Photobioreactor in lab algae fuel biofuel industry, Algae fuel, Algae research in industrial laboratories

Info Massa – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik global. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan secara serius adalah implementasi penggunaan bahan bakar nabati campuran etanol hingga 50 persen (E50).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menanyakan langsung kesiapan teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita. E20 sampai E50, dan kami sudah menyiapkan renstra saya dengan Pak Mentan,” kata Bahlil seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Bahlil menjelaskan, kunci keberhasilan pendorongan bioetanol ini terletak pada integrasi dan sinergi yang kuat antara sektor hulu dan hilir. Kementerian ESDM akan bekerja sama erat dengan Kementerian Pertanian (Kementan) guna menjamin ketersediaan pasokan bahan baku nabati.

“Hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) dengan ESDM,” ucapnya.

Kronologi Isu Penyadapan Presiden RI, Bola Liar Ada di Mabes

Selain mematangkan rencana implementasi E20 hingga E50, Bahlil memastikan pemerintah juga konsisten mempertahankan program biodiesel B50 (campuran minyak sawit 50 persen pada solar) sebagai benteng pertahanan energi nasional.

“Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tahu ujungnya ke mana,” ujar Bahlil.

Sebagai bagian dari paket kebijakan pemantapan ketahanan energi, pemerintah tidak hanya berfokus pada diversifikasi bahan bakar nabati, tetapi juga memperkuat cadangan penyangga minyak mentah (crude oil storage).

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas penyimpanan minyak di wilayah Sumatra guna menampung pasokan impor minyak mentah dalam jumlah besar.

“Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,” kata Bahlil.

Tembus 83 Persen, Capaian Program Bedah Rumah Kementerian PKP Dekati Target Akhir Tahun

Melalui kombinasi pengembangan bioetanol (E50), biodiesel (B50), dan penguatan kapasitas cadangan fisik minyak nasional, pemerintah optimistis Indonesia mampu mandiri dan tangguh mengantisipasi dampak krisis energi global di masa depan. []

× Advertisement
× Advertisement