Internasional
Beranda / Internasional / Video Bodycam Rekam Detik-Detik Serangan Bom Rusia di Ukraina

Video Bodycam Rekam Detik-Detik Serangan Bom Rusia di Ukraina

Screenshot

Info Massa – Kepolisian Nasional Ukraina merilis rekaman video dari bodycam (kamera badan) milik salah satu anggotanya yang tewas dalam tugas. Video tersebut merekam detik-detik mencekam di antara dua ledakan bom dahsyat yang dijatuhkan pasukan Rusia di desa Kamyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, Ukraina selatan.

Serangan mematikan pada Senin lalu itu menargetkan pusat bantuan kemanusiaan dan tempat perlindungan bawah tanah, merenggut setidaknya 40 nyawa.

Dalam rekaman yang dirilis pada Rabu, terlihat kehancuran luar biasa akibat hantaman bom pertama. Para warga lokal yang syok tampak menatap puing-puing bangunan yang rusak parah. Di tengah situasi tersebut,terdengar peringatan dari pejabat militer melalui radio dua arah mengenai serangan bom susulan.

“Cepat masuk ke tempat perlindungan!” teriak salah satu petugas polisi mengarahkan warga untuk masuk ke bunker bawah tanah setinggi dua lantai.

Namun, hanya berselang beberapa detik setelah warga memasuki tempat penampungan, bom kedua menghantam lokasi tersebut. Rekaman video seketika terhenti saat ledakan terdengar dan api membumbung tinggi.

DPRD Jakarta Dukung Program Pendidikan Paket Untuk Anak Putus Sekolah

Pihak Ukraina menyatakan bahwa sembilan bom melayang (glide bombs)—beberapa di antaranya berbobot hingga 3.000 kg—dijatuhkan di desa tersebut saat warga tengah berkumpul untuk menerima bantuan kemantuan di dekat sekolah setempat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras aksi tersebut melalui unggahan di media sosialnya.

“Pertama, mereka menyerang warga yang datang untuk menerima bantuan kemanusiaan, dan kemudian menyerang para petugas penyelamat serta polisi yang tiba di lokasi kejadian,” tegas Zelensky. Ia juga menambahkan bahwa diperkirakan lebih dari 30 orang masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Zelensky menyayangkan minimnya respons dunia terhadap apa yang ia sebut sebagai serangan gila dan bagian dari ribuan kejahatan perang yang dilakukan Rusia. Hingga saat ini, pihak militer Rusia belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, upaya diplomasi untuk mengakhiri perang terus bergulir. Saat melakukan kunjungan mendadak ke Spanyol, Presiden Zelensky mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan intensif selama satu setengah jam dengan utusan perdamaian Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Skandal Kebakaran Apartemen Hong Kong, Pemimpin Kota Minta Maaf

Pembicaraan tersebut dilakukan menjelang negosiasi trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 November di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Selain itu, tim dari Ukraina juga menggelar pertemuan terpisah di Brussel bersama perwakilan AS, Uni Eropa,Prancis, Inggris, Jerman, NATO, dan Bank Dunia untuk membahas rekonstruksi pascaperang serta jaminan keamanan bagi Ukraina.

Langkah diplomasi ini kembali digalang setelah perundingan sempat terhenti sejak Februari lalu. Di saat yang sama, Moskow terus meningkatkan intensitas serangannya di tengah krisis amunisi dan rudal pencegat yang dialami pasukan Ukraina. Meski demikian, para analis memperkirakan kecil kemungkinan terjadinya terobosan besar dalam negosiasi di Abu Dhabi mendatang. []

× Advertisement
× Advertisement