AMANAT KSB Berharap Dukungan Dari PBB Atas Pelanggaran HAM PT Amman Mineral

Nasional

Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang (AMANAT) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berharap mendapatkan dukungan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atas perjuangan haknya terhadap PT Amman Mineral.

Ketua AMANAT KSB, Erry Satriyawan mengatakan pihaknya tidak main-main memperjuangkan hak masyarakat lokal yang sekian lama menderita karena aktivitas tambang oleh PT Amman Mineral.

Untuk itu, lanjutnya, AMANAT KSB menyerahkan bukti-bukti pelanggarah HAM PT Amman Mineral ke Kantor Perwakilan PBB Indonesia Di Jakarta.

Mereka berharap, PBB bisa memberikan dukungan kepada perjuangan AMANAT KSB untuk kesejahteraan masyarakat lokal di Sumbawa.

AMANAT mengantarkan bukti pelanggaran PT Amman Mineral terhadap warga KSB kepada Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valeria Juliand. Mereka berharap PBB memberikan dukungan atas perjuangan masyarakat lokal yang menuntut haknya terhadap korporasi.

“Kiranya PBB dapat mendukung serta mengambil tindakan terkait persoalan hak asasi manusia seperti hak atas tenaga kerja. Masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) NTB selama ini menderita akibat keberadaan korporasi tambang emas itu,” kata Ketua AMANAT, Erry Satriyawan, di Jakarta, Jum’at 23 Desember 2022.

Erry berharap PBB dapat berpihak pada perjuangan rakyat KSB melalui jaringan dan otoritas yang dimilikinya guna kesejahteraan warga lokal yang kekayaan alam tanah leluhurnya telah dikeruk oleh PT Amman Mineral.

“Sudah empat bulan lebih kami berjuang namun belum ada tindakan serius dari PT AMNT untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Penindasan dan ketidakadilan terus terjadi pada rakyat dan lingkungan. Oleh karena itu kami naikkan kampanyenya ke fora internasional,” ujarnya.

Selain dikirim ke kantor PBB perwakilan Indonesia, AMANAT juga membuat dan mengirimkan surat dan laporan yang sama kepada 300 lembaga. Diantaranya kedutaan, konsulat, bank dan lembaga keuangan internasional, badan-badan di bawah PBB, NGO HAM internasional, serta pimpinan lembaga-lembaga negara.

“Berjuang untuk terwujudnya keadilan atas sumber-sumber kehidupan kami adalah harga mati dalam gerakan advokasi dan kampanye ini. Sikap kami tegas, bila AMNT tidak membawa manfaat, sebaiknya ditutup saja,” kata Erry

Diketahui, sebelum melanjutkan pelanggaran HAM PT Amman Mineral PBB, AMANAT sudah menggelar mogok makan di Komnas HAM, melakukan aksi demonstrasi di di DPR dan Istana Negara serta mendapat dukungan solidaritas dari sejumlah elemen mahasiswa di daerah.[]

Tinggalkan Balasan