Info Massa – Eskalasi di Teluk Persia mencapai titik baru setelah militer Iran menyatakan kendali mutlak atas Selat Hormuz.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa jalur pelayaran vital dunia tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata Iran.
Menurut Akraminia, Selat Hormuz merupakan “hak inheren” Iran yang kini diaktifkan kembali. Ia memastikan tidak ada kapal, baik milik sekutu maupun lawan, yang diizinkan melintas tanpa otorisasi resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah barat dan militer reguler di wilayah timur.
“Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat dan militer negara di wilayah timur mengendalikan selat tersebut dengan kekuatan, dan tidak ada kapal, baik milik kawan maupun lawan, yang berhak melewatinya tanpa izin dan otorisasi dari pasukan kami,” ujar Akraminia, Sabtu 2/5.
Langkah ini menyusul kebijakan pengetatan yang dimulai sejak 28 Februari lalu, sebagai respons atas serangan gabungan di wilayah Iran.
Saat ini, kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat menjadi sasaran utama pelarangan lintas aman di jalur tersebut.