Info Massa – Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah diguncang pembenahan internal, mulai dari perombakan pimpinan hingga proses hukum yang sedang berjalan. Meski diterpa badai manajerial, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi hajat hidup orang banyak dipastikan tetap berjalan tanpa gangguan.
Menurut Dudung, langkah hukum dan pergantian pimpinan di tubuh BGN justru menjadi bukti konkret bahwa pemerintah bersikap responsif dan tidak menutup mata terhadap penyimpangan. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah memberikan instruksi tegas agar pemenuhan gizi masyarakat kelompok rentan tidak boleh tersandera oleh masalah internal lembaga.
“Pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang saat ini berjalan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi. Pemerintah memiliki keberanian untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kelemahan, dan membenahi tata kelola program agar semakin baik ke depan,” ujar Dudung.
Di tengah evaluasi besar-besaran di tingkat pusat, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat bawah justru menunjukkan potret yang menjanjikan. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan yang sudah menerapkan standar operasional sangat tinggi dan siap dijadikan percontohan nasional.
Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan KSP, dapur-dapur pelayanan tersebut terbukti sukses menjaga kebersihan, kualitas bahan makanan, keamanan pangan, hingga ketepatan distribusi ke penerima manfaat. Dudung berharap praktik baik dari SPPG percontohan ini bisa segera direplikasikan ke berbagai daerah lain di Indonesia.
“Dari sidak tersebut, KSP menemukan adanya SPPG yang telah berjalan sesuai standar, mulai dari kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, hingga pelayanan kepada penerima manfaat,” ucap Dudung. []
Komentar