Info Massa – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara tegas dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian serta peningkatan kerja sama dengan negara-negara mitra untuk mencegah dampak kebakaran lintas batas.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir memimpin rapat koordinasi tingkat menteri di Jakarta pada Rabu untuk memantapkan komunikasi dan strategi penanggulangan karhutla di kawasan.
“Penanganan karhutla menjadi prioritas utama. Untuk memutus mata rantai praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab, diperlukan sinergi seluruh kementerian dan lembaga terkait serta kerja sama yang baik dengan negara mitra,” ujar Menlu Arrmanatha dalam keterangan tertulisnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat serta Perwakilan Kementerian Keuangan.
Pertemuan ini secara khusus menindaklanjuti arahan Presiden terkait penindakan terhadap praktik bisnis tidak bertanggung jawab yang menjadi memicu karhutla di wilayah Indonesia.
Sebagai langkah konkret, arahan Presiden sebelumnya telah ditindaklanjuti melalui pertemuan bilateral antara Menlu RI Arrmanatha Nasir dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan pada 27 Oktober 2026.
Kedua negara sepakat untuk membentuk Gugus Tugas Bersama Penguatan Tanggung Jawab Bisnis Indonesia-Singapura (Joint Task Force on Strengthening Business Responsibilities between Indonesia and Singapore / JTF).
Dalam rapat tingkat menteri tersebut, para pihak juga membahas berbagai persiapan teknis terkait pembentukan JTF, termasuk menentukan modalitas dan ruang lingkup kerja yang disesuaikan dengan kewenangan masing-masing kementerian terkait. []