Megapolitan
Beranda / Megapolitan / HUT RI ke-81, DLH Kota Tangerang Ajak Warga Jaga Bumi, Rawat Merah Putih

HUT RI ke-81, DLH Kota Tangerang Ajak Warga Jaga Bumi, Rawat Merah Putih

Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. (Foto: Info Massa/Ist)

TANGERANG, Info Massa – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera Merah Putih dan berbagai kegiatan perayaan. Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata yang dapat dilakukan mulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

Pesan tersebut digaungkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang melalui semangat “Jaga Bumi, Rawat Merah Putih”. Gerakan ini mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat pohon, menghemat air, serta mencegah pencemaran lingkungan.

Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, S.H., mengatakan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga Indonesia. Menurutnya, lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat.

“Merah Putih yang berkibar harus diiringi dengan bumi yang terawat. Semangat kemerdekaan jangan hanya berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan,” ujar Yudi kepada I’M, Senin (24/8/2026)

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan ruang publik. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Zelenskyy Sebut Pemilu di Masa Perang Memecah Belah Ukraina

“Keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, mari kita mulai dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, mulai dari diri sendiri dan mulai dari rumah,” katanya.

Salah satu langkah sederhana yang terus didorong DLH Kota Tangerang adalah pemilahan sampah dari sumbernya. Masyarakat diimbau memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sehingga dapat dikelola sesuai jenisnya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi juga dapat disalurkan melalui Bank Sampah.

Yudi mengatakan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi salah satu cara untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong masyarakat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda.

“Jangan melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak bernilai. Sampah yang dipilah dengan baik dapat menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi,” tutur Yudi.

Menurutnya, ketika pemilahan sampah dilakukan secara konsisten dari rumah, masyarakat telah ikut membantu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

Bupati dan Ketua DPRD Bogor Menghilang, DPC Gerindra Hormati KPK

DLH Kota Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, baik di jalan, sungai, saluran air, taman maupun ruang publik. Kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika kota, tetapi juga dapat menimbulkan bau, menyumbat saluran air dan berpotensi menyebabkan pencemaran.

Masyarakat juga diajak ikut mencegah munculnya TPS liar dengan melaporkan permasalahan lingkungan melalui kanal pengaduan yang tersedia. DLH Kota Tangerang terus melakukan penertiban TPS ilegal berdasarkan laporan dan aspirasi masyarakat, sekaligus mendorong penghijauan di sejumlah lokasi yang telah ditata.

Selain persoalan sampah, Yudi juga mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap pohon dan ruang hijau. Menurutnya, pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, memberikan keteduhan dan mendukung keseimbangan lingkungan perkotaan.

“Menanam pohon itu penting, tetapi merawatnya jauh lebih penting. Rawat pohon, rawat kehidupan. Jangan sampai kita hanya menanam, tetapi tidak memastikan pohon tersebut tumbuh dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap pelayanan persampahan. Masyarakat sebagai pengguna layanan diharapkan memenuhi kewajiban pembayaran retribusi persampahan sesuai ketentuan.

KPK Lidik Bapenda Bogor, Upah Pungut dan Barjas Jadi Sasaran

DLH Kota Tangerang telah mengembangkan Siritase (Sistem Informasi Retribusi Secara Elektronik) sebagai salah satu inovasi dalam pelayanan retribusi sampah. Melalui sistem tersebut, pelayanan diharapkan semakin tertata dan masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan persampahan.

Yudi menilai masyarakat bukan sekadar penerima layanan kebersihan, melainkan memiliki posisi penting dalam keberhasilan pengelolaan lingkungan.

“Masyarakat bukan hanya penerima layanan, tetapi juga bagian dari ekosistem pengelolaan persampahan. Karena itu, dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting,” katanya.

Di sisi lain, persoalan lingkungan juga berkaitan dengan ketersediaan sumber daya air. Masyarakat diajak menggunakan air secara bijak, tidak membiarkan keran terbuka tanpa kebutuhan, serta menjaga sungai, saluran air dan sumber air dari sampah maupun pencemaran.

“Hemat air, jaga sumber kehidupan. Air merupakan bagian penting dari kehidupan kita, sehingga penggunaannya harus bijak dan sumbernya harus kita jaga bersama,” kata Yudi.

Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda. DLH Kota Tangerang mengajak anak-anak dan kaum muda menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup. Kebiasaan membawa tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, menanam tanaman, tidak membuang sampah sembarangan, serta menggunakan air dan listrik secara bijak dapat menjadi langkah awal.

Menurut Yudi, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak perubahan karena memiliki kreativitas dan kemampuan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan positif.

“Generasi muda harus menjadi pelopor jaga bumi. Tidak hanya mengajak melalui media sosial, tetapi juga menunjukkan aksi nyata di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga mengajak sekolah, keluarga, komunitas dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.

Sementara itu, pencegahan pencemaran air, udara dan tanah juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat. Warga diimbau tidak membuang limbah sembarangan, tidak membakar sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan apabila memungkinkan.

Masyarakat juga dapat ikut mengawasi kondisi lingkungan dan melaporkan apabila menemukan dugaan pencemaran. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Yudi berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menjaga lingkungan Kota Tangerang. Menurutnya, rasa cinta kepada Indonesia harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita meneruskan perjuangan itu melalui tindakan nyata untuk Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat tidak menunggu perubahan dari orang lain. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Mulai dari diri sendiri. Mulai dari rumah. Mulai hari ini. Kalau dilakukan bersama-sama, kebiasaan kecil akan menjadi gerakan besar untuk lingkungan,” pungkas Yudi.[]

× Advertisement
× Advertisement