Profil
Beranda / Profil / Soerjadi, Nahkoda PDI Lengser Dalam Peristiwa Kudatuli

Soerjadi, Nahkoda PDI Lengser Dalam Peristiwa Kudatuli

Info Massa – Nama Soerjadi mencatatkan tinta tebal dalam sejarah perpolitikan Indonesia, khususnya pada era Orde Baru. Sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sosoknya dikenal sebagai politisi ulung yang berhasil membangkitkan perolehan suara partai moncong putih, sekaligus menjadi figur sentral dalam salah satu dinamika politik paling bersejarah di tanah air.

Berikut adalah rekam jejak perjalanan hidup Soerjadi, mulai dari masa kecil, pendidikan, kiprah politik, hingga akhir hayatnya.

Soerjadi lahir di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, pada 13 April 1939. Masa mudanya dihabiskan dengan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jawa Tengah.

Haus akan ilmu dan aktif bergerak, Soerjadi melanjutkan pendidikan tingginya ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di kampus inilah bakat kepemimpinan dan minat politiknya mulai diasah tajam.

Selama menjadi mahasiswa, Soerjadi aktif di organisasi kemahasiswaan dan menjadi salah satu tokoh kunci dalam Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PMHI) serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)—organisasi mahasiswa bernapas Marhaenisme yang nantinya menjadi basis ideologi politiknya.

DPR RI Peringatkan Ancaman AI di Pemilu 2029

Karier politik Soerjadi menanjak dari bawah. Setelah aktif di GMNI dan Partai Nasional Indonesia (PNI), nama Soerjadi terus berkibar ketika kebijakan fusi partai politik oleh Orde Baru melahirkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1973.

Puncak kepemimpinannya terjadi ketika ia terpilih menjadi Ketua Umum PDI pada Kongres 1986. Di bawah kepemimpinan Soerjadi, PDI mengalami transformasi besar.

Soerjadi mengambil langkah berani dengan membawa masuk anak-anak Presiden Soekarno, seperti Megawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra, ke dalam panggung politik PDI.

Strategi itu terbukti ampuh. Pada Pemilu 1987 dan 1992, PDI berhasil meraih kenaikan suara yang sangat signifikan, terutama dari kalangan pemilih muda dan rakyat kecil (wong kecil).

Seiring kejayaan partai, Soerjadi juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua MPR/DPR RI periode 1987–1992.

Penembakan Massal Guncang Seattle Center Amerika

Perjalanan politik Soerjadi tidak lepas dari kontroversi dan gejolak internal PDI yang berada di bawah bayang-bayang tekanan pemerintah Orde Baru.

Pada Kongres PDI di Medan tahun 1993, kepemimpinan Soerjadi tersingkir dan Megawati Soekarnoputri kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PDI melalui Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta. Namun, dualisme terjadi ketika kelompok yang didukung pemerintah menggelar Kongres Medan 1996 dan kembali mengangkat Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.

Ketegangan antara PDI kubu Soerjadi dan PDI kubu Megawati mencapai puncaknya pada Peristiwa 27 Juli 1996 (Peristiwa Kudatuli), yakni penyerbuan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Peristiwa berdarah tersebut menjadi salah satu catatan paling kelam sekaligus krusial menuju akhir era Orde Baru.

Pasca-Reformasi 1998 dan terbentuknya PDI Perjuangan (PDIP) di bawah Megawati, pengaruh politik Soerjadi secara perlahan mulai surut dari panggung utama perpolitikan nasional.

Setelah lama mundur dari riuk-pikuk panggung politik, Soerjadi menghabiskan masa tuanya bersama keluarga. Pada pertengahan Maret 2016, kondisi kerabat dekat dan politisi senior ini mulai menurun akibat penyakit ginjal dan fasilitas perawatan medis yang dijalaninya.

Aturan Penggunaan Sepeda Listrik, Pelajar Wajib Tahu

Soerjadi wafat pada Sabtu, 4 Juni 2016 di Rumah Hospital RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 77 tahun. Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, disaksikan oleh keluarga, sahabat, serta para politisi lintas generasi.

Meski perjalanan politiknya diwarnai dinamika yang kompleks, Soerjadi dikenang sebagai sosok politisi bertangan dingin yang pernah membawa PDI mencapai puncak popularitasnya serta mewarnai sejarah pembentukan demokrasi di Indonesia. []

× Advertisement
× Advertisement