Info Massa — Venezuela kini menghadapi ancaman krisis kemanusiaan yang akut setelah dua gempa bermagnitudo dahsyat (M 7,2 dan M 7,5) mengguncang negara tersebut pada Rabu (24/6). Fokus utama kini tertuju pada lumpuhnya fasilitas medis di saat jumlah korban luka dan tewas terus melonjak.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengonfirmasi bahwa delapan rumah sakit utama mengalami kerusakan parah akibat guncangan beruntun tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa dikosongkan total karena kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan pasien dan tenaga medis.
“Delapan rumah sakit mengalami kerusakan dan beberapa di antaranya harus dikosongkan,” ujar Rodriguez dalam pidato televisi yang dikutip RIA Novosti, Jumat (26/6).
Pengosongan rumah sakit ini memicu situasi kacau di lapangan. Di tengah ancaman 30 gempa susulan yang terus mengguncang, para petugas medis harus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi pasien kritis, bayi prematur, dan korban luka baru akibat gempa ke tempat yang lebih aman.
Lumpuhnya delapan pusat kesehatan ini diprediksi akan membuat sistem layanan kesehatan Venezuela kolaps, mengingat kapasitas medis yang tersisa kini harus menanggung beban lonjakan ribuan korban luka-luka.
Hingga saat ini, sedikitnya 235 orang dilaporkan tewas. Angka ini dikhawatirkan akan terus bertambah seiring belum maksimalnya proses evakuasi di reruntuhan 250 bangunan yang dinyatakan rusak atau hancur total.
Kondisi diperparah dengan lumpuhnya jalur logistik. Selain merusak 68 fasilitas infrastruktur vital, gempa kembar ini juga memaksa bandara utama Venezuela ditutup total. Penutupan bandara ini menjadi pukulan telak bagi koridor kemanusiaan, karena bantuan medis internasional dan tim pencari serta penyelamat (Search and Rescue) tidak dapat mendarat di ibu kota.
Selain krisis kesehatan, Rodriguez juga memaparkan dampak ekonomi yang masif, di mana sedikitnya 20 pusat perbelanjaan (mall) hancur atau rusak berat. Hancurnya pusat-pusat ekonomi ini berpotensi memicu kelangkaan bahan pangan dan kebutuhan pokok bagi warga yang selamat dalam beberapa hari ke depan. []