Info Massa — Di tengah duka mendalam yang menyelimuti Venezuela pasca-gempa kembar dahsyat, secercah harapan datang dari negara tetangga. Pemerintah Brasil bergerak cepat menunjukkan aksi solidaritas nyata dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan besar-besaran untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan korban.
Komitmen persaudaraan ini disampaikan langsung oleh Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, setelah melakukan komunikasi telepon secara personal dengan Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.
“Saya berbicara melalui telepon dengan Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez untuk menyampaikan solidaritas Pemerintah Brasil kepada rakyat Venezuela… sekaligus menentukan cara terbaik untuk memberikan dukungan kepada negara tetangga kami,” kata Lula melalui platform X, Kamis (25/6).
Bukan sekadar simpati di atas kertas, Brasil langsung mengerahkan armada militer terbaiknya. Sebuah pesawat taktis KC-390 milik Angkatan Udara Brasil dijadwalkan lepas landas dari Bandar Udara Internasional Guarulhos pada Jumat (26/6).
Pesawat ini membawa “pasukan khusus” kemanusiaan yang terdiri dari 36 personel pemadam kebakaran (tim ahli pencarian dan penyelamatan), 4 teknisi Pertahanan Sipil Nasional dan 4 spesialis dari Badan Telekomunikasi Nasional (untuk memulihkan jaringan komunikasi yang lumpuh).
Tak hanya itu, pesawat gelombang pertama ini juga mengangkut 9 ton peralatan penyelamatan canggih guna mempercepat evakuasi para korban yang hingga kini masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.
Solidaritas Brasil dipastikan tidak berhenti di situ. Lula menegaskan bahwa misi kemanusiaan gelombang kedua akan diterbangkan pada Sabtu (27/6).
Bantuan lanjutan ini difokuskan untuk menyokong sistem kesehatan Venezuela yang tengah kolaps, meliputi peralatan untuk mendirikan rumah sakit lapangan, obat-obatan, perlengkapan medis darurat untuk tindakan operasi, serta 100 unit alat pemurni air bertenaga surya guna mencegah krisis air bersih dan penularan penyakit di pengungsian.
Aksi cepat tanggap ini menegaskan posisi Brasil yang menolak abai terhadap penderitaan negara tetangganya. Bagi Brasil, ini bukan sekadar bantuan diplomasi, melainkan kewajiban moral antarsesama bangsa di kawasan Amerika Latin.
“Kami akan terus memantau perkembangan upaya penanganan bagi para korban agar dapat memberikan seluruh dukungan yang diperlukan kepada saudara-saudara kami di Venezuela,” tegas Presiden Lula. []